Situ Gintung (3): TUTUKO serahkan bantuan Al Syukro Rp 1.900.000 ke Posko DD

Usai menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Keluarga Besar Sekolah Islam Al Syukro senilai Rp 6.390.000—dalam bentuk material bahan-bahan bangunan—kepada Ketua RT 003 RW 08 Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat Timur yakni Joko Sugiyarto, rombongan Paguyuban ’Tutuko’ bergerak menuju Posko Dompet Dhuafa (DD) di Kampung Gunung (sebelah atas) lokasi Pabrik Tahu dan Pemancingan ’Empang Abah’.


HUNTARA Posko Dompet Dhuafa.

HUNTARA Posko Dompet Dhuafa.

Hari menjelang sore pada Sabtu, 11 April 2009 ini, namun kesibukan relawan di Posko DD masih terus menampakkan kemeriahan. Di posko ini, telah terbangun barak Huntara alias ’Hunian Sementara’ yang dibangun secara sederhana, lengkap dengan Pos Kesehatan, Dapur Umum, Area Bermain Anak, Jamban Umum dan prasarana lain.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Huntara ini menempati lahan milik warga sekitar di Kampung Gunung, Cireundeu, dimana sesuai perjanjian dengan pemilik lahan, hanya akan ditempati selama tiga bulan pasca petaka Situ Gintung, Jum’at dini hari, 27 Maret 2009.

Pungki saat berikan donasi Al Syukro di Posko Dompet Dhuafa.

Pungki saat berikan donasi Al Syukro di Posko Dompet Dhuafa.

Ke-19 amplop yang masing-masing berisi uang Rp 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah) ini diterima oleh Koordinator Posko DD yaitu Lela. ”Terima kasih banyak bahwa Sekolah Islam Al Syukro dan Paguyuban ’Tutuko’ telah memberi bantuan untuk para korban bencana Situ Gintung,” kata Lela yang berkacamata minus dan mengenakan kaos putih – hitam.

 

Menurut Lela, meski dalam daftar Posko DD tercantum 17 KK penghuni barak Huntara, namun ada dua Huntara yang diisi oleh dua KK sekaligus. ”Sehingga, jumlahnya menjadi 19 Kepala Keluarga,” ujar si empunya rambut hitam bergelung sebahu ini.

Saat 'ijab kabul' penyerahan donasi di Posko Dompet Dhuafa.

Saat 'ijab kabul' penyerahan donasi di Posko Dompet Dhuafa.

Di Dapur Umum Posko DD, nampak tumpukan sejumlah karung beras yang tersusun rapi. Sementara di area tengah lokasi Huntara yang membentuk huruf ’U’, nampak sejumlah relawan dan pekerja tengah sibuk memasang kerangka besi, untuk membangun tenda yang berukuran cukup besar. Sedangkan bila melongok ke dalam Huntara—yang berkaca nako, berpintu triplek dan beratap asbes—, sudah terlihat gelaran kasur busa, yang menjadi alas tidur bagi para anggota keluarga penghuni barak Huntara.

Allahu Akbar, semoga para penghuni Huntara diberi kesabaran dan ketabahan, Amin. ——— (bang adjie djamal – JZ30TFJ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: