Situ Gintung (4): TUTUKO Serahkan Rp 5.000.000 dari Al Syukro di Wisma Kertamukti

Selesai menunaikan amanat atau menyerahkan dana bantuan kemanusiaan dari Keluarga Besar Sekolah Islam Al Syukro untuk para korban pasca jebolnya tanggul Situ Gintung di Posko Dompet Dhuafa, rombongan Paguyuban ’Tutuko’—dengan tetap mendapat kawalan dari petugas Babinsa Kamtibmas Kelurahan Cireundeu Polsek Ciputat yakni Aiptu Suwarto—kembali meneruskan perjalanan. Kali ini, tujuannya adalah menuju ke lokasi penampungan pengungsi korban bencana Situ Gintung di Wisma Kertamukti.

Lha... masih Jawa Barat? Adjie Djamal & Junior.  (foto: Uni)

Lha... masih Jawa Barat? Adjie Djamal & Junior. (foto: Uni)

Wisma yang memiliki tanah lapang nan luas ini berlokasi di Jl Kertamukti Raya No. 3 Pisangan, Ciputat, atau berjarak kurang dari 1 km dari kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), di seberang tanggul situ yang jebol. Tanah lapang di wisma ini, kini telah disulap menjadi tempat berdirinya tenda-tenda berwarna putih yang berderet sangat rapi.

Bedanya, selain terdapat jajaran tenda-tenda, di lokasi wisma ini telah dibangun pula barak Hunian Sementara Korban Bencana Situ Gintung oleh Perumnas. Lengkap dengan Posko Kesehatan, Pondok Anak Ceria—hasil kerjasama Komnas Perlindungan Anak (KPA) dan Departemen Sosial RI serta Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI)—, Dapur Umum, Toilet Umum, Mushola, Tanki Air Bersih, Posko Media Center dan prasarana lainnya.

Berdasarkan hasil survey sebelumnya, kata Ketua Umum Paguyuban ’Tutuko’, sumbangan dana bantuan kemanusiaan dari Sekolah Islam Al Syukro akan lebih efektif bila diserahkan langsung kepada para korban bencana yang ditampung di Hunian Sementara. ”Karena itu, dengan koordinasi langsung bersama seorang koordinator penghuni barak yakni Chaerul, kami pun menyerahkan amplop berisi uang dengan cara ’door to door’, kepada para Kepala Keluarga (KK) di Wisma Kertamukti ini,” jelasnya.

Pungki serahkan donasi Al Syukro ke Nurlaela.

Pungki serahkan donasi Al Syukro ke Nurlaela.

Salah seorang penghuni barak Hunian Sementara Nomor B-11 yakni Nurlaela nampak gembira menerima satu lembar amplop putih tersebut. ”Terima kasih banyak atas sumbangan dari Sekolah Islam Al Syukro ini, semoga menjadi barokah,” harapnya dengan lirih.

Selain menyerahkan amplop dengan cara ’door to door’ kepada para penghuni barak Hunian Sementara, kata Paryono, amplop sumbangan—yang jumlah totalnya sebanyak 50 lembar serta berisi uang masing-masing Rp 100.000,- ini—juga diserahkan langsung kepada para korban yang menghuni Wisma Kertamukti. ”Rupanya, banyak juga korban bencana yang ditampung didalam wisma, selain yang ada di barak Hunian Sementara,” imbuh Paryono.

Alhasil, dengan cepat amplop sebanyak 50 lembar yang total berisi uang Rp 5.000.000,- ini pun tak sampai satu jam sudah habis dibagikan secara rata. ”Kelebihan dari sistem pemberian langsung dengan pola ’door to door’—yang berkoordinasi dengan koordinator penghuni barak yaitu Chaerul—adalah, kami dapat mengetahui secara persis, berapa KK yang menempati satu Hunian Sementara. Karena ternyata, ada satu lokasi Hunian Sementara yang dihuni oleh lebih dari satu KK,” tutur Paryono yang tetap memimpin penyerahan dana bantuan kemanusiaan dengan penuh semangat meski harus menembus rintik hujan.

Dengan selesainya, penyerahan dana bantuan kemanusiaan dari Keluarga Besar Sekolah Islam Al Syukro melalui Paguyuban Radio Amatir Frekwensi 14.770.0 MHz (Paguyuban ’Tutuko’) di Wisma Kertamukti, Pisangan, Ciputat ini, maka berakhir pula perjalanan penuh amanat ini.

Adzan Ashar berkumandang, terdengar mendayu-dayu hingga ke selurh penjuru Wisma Kertamukti pada Sabtu, 11 April 2009. Bantuan sudah selesai ditunaikan, rombongan Paguyuban ’Tutuko’ pun bergerak kembali ke Posko 770—yang memang sudah dibuka sejak hari pertama ’Petaka Dini Hari Situ Gintung’ (Jum’at, 27 Maret 2009)—di Kafe Emut-Emut, tepatnya di lokasi Pusat Jajan Cireundeu, Ciputat.

Bang Leo di tenda-tenda putih. Seputih rambutnya ya?

Bang Leo di tenda-tenda putih. Seputih rambutnya ya?

Sesaat rombongan meninggalkan Wisma Kertamukti, hujan pun berhenti. Hanya asa dan doa saja yang tertinggal, agar semoga Keluarga Besar Sekolah Islam Al Syukro tetap memelihara empati serta selalu dinaungi rahmat serta barokah dari Allah SWT.

Seperti juga doa dari Nurlaela penghuni barak Hunian Sementara Nomor B-11, ”Semoga bantuan ini menjadi nilai pahala ibadah bagi yang telah memberikan dan membantu menyalurkannya, Amin”.

Tuntas dengan Amanah

Patut diulas sekali lagi bahwa total dana sumbangan yang diserahkan Keluarga Besar Sekolah Islam Al Syukro kepada para korban bencana Situ Gintung (melalui Paguyuban ’Tutuko’) adalah Rp 13.328.000,-

Pengeluarannya, untuk pembelian material bahan bangunan sebesar Rp 6.390.000,-

Disalurkan ke Posko Dompet Dhuafa di Kampung Gunung senilai Rp 1.900.000,- (terbagi menjadi 19 amplop @ Rp 100.000).

Dan disumbangkan kepada penghuni lokasi pengungsian di Wisma Kertamukti, Pisangan, Ciputat, sebesar Rp 5.000.000,- (terdiri dari 50 amplop @ Rp 100.000).

Tersisa dana sejumlah Rp 38.000,- yang digunakan untuk pembelian alat tulis—kertas karton, spidol—, bea parkir, konsumsi, satu kotak amplop dan operasional rombongan Paguyuban ’Tutuko’.

“Alhamdulillah, kami sudah berusaha bekerja maksimal secara amanah dan serius untuk mempertanggung-jawabkannya kepada Keluarga Besar Sekolah Islam Al Syukro,” kata Paryono lugas.

”Masih ada sisa, dua karung pakaian layak pakai, yang ternyata sulit kami salurkan mengingat tumpukan pakaian layak pakai di tiap posko pengungsi korban bencana Situ Gintung terlihat masih cukup menumpuk. Jadi, daripada mubazir, sengaja kami tunda penyerahannya, namun insya Allah akan segera kami salurkan ke tempat lain yang membutuhkan”. ——– (bang adjie djamal/JZ 30 TFJ)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: